ANALISIS KEPUASAN ANTARA DETERGENT RINSO DAN ATTACK
Rinso merupakan merek deterjen pertama yang ada di
Indonesia. Akan tetapi, sebenarnya ini adalah merek yang paling lazim digunakan
di Amerika Serikat, Inggris dan Australia sejak tahun 1918. Pada tahun 1970
setelah menyadari potensi pasar yang besar di Indonesia, perusahaan Unilever
memposisikan Indonesia sebagai pangkalan Rinso. Hal ini terbukti merupakan
langkah yang cerdas karena produk Rinso memang merupakan pemimpin di pasar
deterjen Indonesia. Selain itu, PT. Unilever merupakan perusahan terbuka.
Produk Rinso di produksi di pabrik PT. Unilever Indonesia Tbk, Cikarang,
Bekasi. Di industri deterjen, produk Rinso sukses sebagai pemimpin pasar bukan
berarti tidak diikuti oleh para pesaingnya. Kesuksesan Rinso tentunya
menjadikan pabrikan lain terus mengembangkan produknya untuk dapat merebut
pangsa pasar deterjen.[1]
Meskipun Rinso adalah market leader dari
produck detergent di Indonesia tapi itu bukan alasan saya untuk suka sama Rinso
karena menurut saya pamor atau merk itu bukan hal yang sangat penting untuk kita
jadikan landasan bahwa kita suka pada produk tersebut. Menurut saya kepuasan
atau kenyamanan kita terhadap produk itu ketika kita sudah mencoba dan merasakan
sendiri manfaat yang dihasilkan produk tersebut, memberikan sesuatu hal yang
membuat kita puas contonya saja suatu detergent ketika detergent tersebut
memberikan kelembutan pada tangan, mampu membersihkan pakaian dengan baik,
baunya harum, atau bahkan harganya yang ekonomis bisa kita jadikan produk yang
kita sukai, dan kita bisa passtion sama produk tersebut. Meskipun saya sendiri
bukan orang yang sensitive dengan harga tetapi disini saya adalah konsumen yang
mementingkan rasa nyaman yang saya rasakan ketika menggunakan produk, meskipun
toh produk itu mahal atau bahkan murah merk terkenal ataupun bukan, itu bukan
patokan buat saya. Bisa saja saya suka sama produk yang tidak terkenal bahkan
murah tetapi sesuai dengan apa yang saya harapkan pasti saya suka dan
menggunakan produk tersebut atau bahkan sebaliknya.
Sebelum saya bandingkan antara Rinso dan Attack,
saya itu orangnya suka mencoba dan eksperiment hal yang baru, bisa disebut juga
suka menjelajah produk, dari sekian banyak produk detergent di pasaran yang
pernah saya coba mulai dari pruduck life cycle nya yang masih produk
baru, perkembangan, kedewasaan sampai penurunan contohnya saja detergent
Bukrim, Total, Daia, Surf, Soklin, Attack dan Rinso.saya pernah mencobanya dan
saya juga sudah pernah merasakan resiko dari produck-produck tersebut seperti
ketika saya memakai salah satu detergent di atas tangan saya menjadi mengelupas
dan kering, terus ada juga yang kurang bersih ketika digunakan, ada lagi yang
baunya tidak tahan lama atau bahkan baunya terlalu tajam itu adalah hal yang
saya rasakan ketika saya dalam proses percobaan produk diatas.
Tetapi ada salah satu produck yang saya sukai
dan saya bisa dibilang konsumen yang loyal kepada produk tersebut. Produck yang
dapat memberikan sesuatu hal yang benar-benar saya inginkan dan sesuai dengan kebutuhan
saya, sebut saja produck yang saya suka
adalah Attack, meskipun harganya juga sekelas Rinso yang merupakan market
leader pasar detergent tetapi saya tetap loyal dengan Attack karna Attack lah
yang dapat menjawab semua keluahan-keluahan saya. Ketika kwalitas yang
diberikan attack sama seperti yang saya rasakan sekarang meskipun harganya naik
saya akan tetap melilih Attack.
[1] http://rizky48.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2012/09/14/Analisis PLC-strategi-manajemen-pemasaran-produk-rinso/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar