MAKALAH
OBSERVASI INFLASI
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS AKHIR MATA KULIAH
TEORI EKONOMI MAKRO
Dosen Pengampu :
ZAIM MUKAFFI,SE.,M.Si
Disusun oleh :
CHOIRINA (12510038)
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
DESEMBER 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Inflasi di dunia ekonomi modern sangat memberatkan masyarakat. Hal ini dikarenakan inflasi dapat mengakibatkan lemahnya efisiensi dan produktifitas ekonomi investasi, kenaikan biaya modal, dan ketidakjelasan ongkos serta pendapatan di masa yang akan datang. Keberadaan permasalahan inflasi dan tidak stabilnya sektor riil dari waktu ke waktu senantiasa menjadi perhatian sebuah rezim pemerintahan yang berkuasa serta otoritas moneter . Lebih dari itu, ada kecenderungan inflasi dipandang sebagai permasalahan yang senantiasa akan terjadi . Hal ini tercermin dari kebijakan otoritas moneter dalam menjaga tingkat inflasi. Setiap tahunnya otoritas moneter senantiasa menargetkan bahwa angka atau tingkat inflasi harus diturunkan menjadi satu digit atau inflasi moderat.
Permasalahan tersebut menimbulkan reaksi para ahli ekonomi Islam modern, seperti Ahmad Hasan, Hifzu Rab, dan ‘Umar Vadillo, yang menyerukan penerapan kembali mata uang dînâr dan dirham sebagai jalan keluar penyelesaian kasus-kasus transaksi inflasioner di dunia ekonomi modern. Mereka beralasan bahwa mata uang logam mulia dînâr dan dirham dapat menjamin keamanan transaksi karena keduanya memberikan keseimbangan nilai terhadap setiap komoditas yang ditransaksikan. Gagasan ini memberikan akses terwujudnya ekonomi makro yang kuat dengan dukungan penuh mata uang yang berbasis kekuatan riil materialnya. Terjadinya inflasi dapat mendistorsi harga-harga relatif, tingkat pajak, suku bunga riil, pendapatan masyarakat akan terganggu, mendorong investasi yang keliru, dan menurunkan moral. Maka dari itu, mengatasi inflasi merupakan sasaran utama kebijakan moneter. Pengaruh inflasi cukup besar pada kehidupan ekonomi, inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang banyak mendapat perhatian para ekonom, pemerintah, maupun masyarakat umum. Berbagai teori, pendekatan dan kebijakan dikembangkan supaya inflasi dapat dikendalikan sesuai dengan yang diinginkan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan inflasi dan apa sajajenis-jenisnya ?
2. Apa saja konsep dasar yang menjelaskan tentang inflasi ?
3. Apa dampak yang ditimbulkan dari inflasi?
4. Bagaimanakah cara untuk mencegah dan mengatasi inflasi ?
5. Bagaimanakah cara menghitung inflasi ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui secara luas pengertian dari inflasi beserta jenis-jenisnya.
2. Mengetahui beberapa konsep dasar yang menjelaskan tentang inflasi.
3. Mengetahui dampak dari munculnya inflasi.
4. Mengetahui peran pemerintah dalam menjaga dan menstabilkan inflasi.
5. Mengetahui cara menghitung besarnya inflasi.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1. Pengertian Inflasi
Inflasi adalah Kecenderungan dari harga-harga untuk naik secara umum dan secara terus-menerus. (Boediono, 1985: 161), Inflasi terjadi apabila tingkat harga-harga dan biaya-biaya umum naik, harga beras, bahan bakar, harga mobil naik, tingkat upah, harga tanah, dan semua barang-barang modal naik. (Samuelson dan Nordhaus, 1993: 293)
Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum batang-barang secara terus-menerus.( ) Ini tidak berarti bahwa harga-harga berbagai macam barang itu naik dengan persentase yang sama. Mungkin dapat terjadi kenaikan tersebut tidaklah bersamaan. Yang penting terdapat kenaikan harga umum batang secara terus – menerus selama satu periode tertentu. Kenaikan yang terjadi hanya sekali saja (meskipun dengan persentase yang cukup besar) bukanlah merupakan inflasi
Kenaikan harga ini diukur dengan menggunakan indeks harga.
Milton Friedman mengatakan inflasi ada dimana saja dan selalu merupakan fenomena moneter yang mencerminkan adanya pertumbuhan moneter yang berlebihan dan tidak stabil (Dornbush & Fischer; 2001).( )
Inflasi dibagi dalam beberapa jenis inflasi, antara lain :
a. Jenis Inflasi Menurut Sifatnya( )
Laju Inflasi dapat berbeda antara satu negara dengan negara lain atau dalam satu negara dalam waktu yang berbeda. Atas dasar besarnya laju inflasi maka dapat dibagi ke dalam tiga kategori yaitu :
1. Merayap (moderat inflation)
Ditandai dengan laju inflasi yang rendah (laju inflasinya antara 7-10%). Kenaikan harga berjalan secara lambat, dengan persentase yang kecil serta dalam jangka yang relatif lama.
2. Inflasi menengah (galloping inflation)
Ditantai dengan kenaikanharga yang cukup besar (tingkat laju inflasinya antara 20-100 %) dalam waktu yang relatif pendek serta mempunyai sifat akselarasi (harga dalam waktu mingguan atau bulanan) dan menimbulkan gangguan-gangguan serius terhadap perekonomian dan timbulnya distorsi-distorsi besar dalam perekonomian. Hal ini ditandai dengan uang kehilangan nilainya dengan cepat.
3. Inflasi tinggi (hyper inflation)
Merupakan inflasi yang paling parah akibatnya harga – harga naik sampai 5 atau 6 kali lipat (di atas 100 %). Masyarakat tidak lagi berkeinginan untuk menyimpan uang sebab nilai uang merosot dengan tajam sehingga ingin ditukarkan dengan barang sehingga perputaran uang semakin cepat dan harga naik secara akselerasi. Biasanya keadaan ini timbul apabila pemerintah mengalami defisit anggaran belanja yang dibelanjakan dan ditutupi dengan mencetak uang.
b. Jenis Inflasi Menurut Sumber atau Sebabnya
1. Demand Pull Inflation
Demand pull inflation adalah inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat terhadap akan berbagai barang terlalu kuat (perekonomian sedang berkembang pesat). Demand pull inflation terjadi karena kenaikan permintaan agregat dimana kondisi perekonomian telah berada pada kesempatan kerja penuh. Jika kondisi produksi telah berada pada kesempatan kerja penuh. Jika kondisi produksi telah berada pada kesempatan kerja penuh, maka kenaikan permintaan tidak lagi mendorong kenaikan output ataupun produksi tetapi hanya mendorong kenaikan harga-harga yang disebut inflasi murni. Kenaikan permintaan yang melebihi product domestic bruto akan menyebabkan inflationary gap yang menyebabkan inflasi.
2. Cost Push Inflation
Berbeda dengan demand pull inflation, cost push inflation biasanya ditandai dengan kenaikan harga serta turunnya produksi. Jadi, inflasi yang dibarengi dengan resesi. Keadaan ini timbul biasanya dimulai dengan adanya penurunan dalam penawaran total (aggregate supply) sebagai akibat kenaikan biaya produksi. Pada Cost Push Inflation tingkat penawaran lebih rendah dibandingkan tingkat permintaan. Kenaikan biaya produksi ini dapat timbul karena beberapa factor diantaranya :
• perjuangan serikat buruh yang berhasil untuk menuntukan kenaikan upah.
• Suatu industri yang sifatnya monopolistis, manajer dapat menggunakan kekuasaannya di pasar untuk menentukan harga (yang lebih tinggi).
• Kenaikan harga bahan baku industri.
3. Mixed Inflation
Mixed Inflation merupakan gejala kombinasi antara unsur inflasi yang disebabkan karena kenaikan permintaan dan kenaikan biaya produksi. Pada umumnya bentuk yang sering terjadi adalah inflasi campuran, yaitu kombinasi dari kenaikan permintaan dan kenaikan biaya produksi, dan sering sekali keduanya saling memperkuat satu sama lain.
2.2 Teori Inflasi
Paling tidak ada tiga teori tentang inflasi:
1. Teori Kuantitas( )
Kenaikan harga akan terjadi apabila kuantitas uang ditingkatkan, itu pernyataan sederhana dari kuantitas uang. Jumlah uang beredar yang berlebihan merupakan pendorong utama terjadinya inflasi. Menurut teori ini, harga-harga adalah proporsi langsung dari sejumlah uang, atau dapat dituliskan sebagai berikut:
P = k . M
Keterangan :
P : tingkat harga (price)
k : proporsi tertentu (konstan)
M : jumlah uang
Menurut teori kuantitas, ada dua penyebab terjadinya inflasi :
a. Jumlah uang yang beredar (JUB) melebihi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
b. Harapan psikologis akan terjadinya kenaikan harga di masa yang akan datang memperparah terjadinya inflasi.
Ada beberapa kelemahan teori ini, yaitu tidak jelasnya mekanisme alur pengaruh penambahan jumlah uang beredar dan pertambahan pengeluaran yang diakibatkannya dan jenis pengeluaran apa yang bisa mengakibatkan terjadinya inflasi. Kelemahan ini disempurnakan oleh Wicksell. Menurutnya mengalirnya uang dalam perekonomian dalam bentuk pinjaman bank kepada para pengusaha guna membiayai kelebihan investasi yang tidak dapat dibiayai dari tabungan yang ada.
2. Teori Keynes( )
Proses inflasi menurut Keynes adalah proses perebutan pendapatan di antara kelompok-kelompok sosial yang menginginkan bagian yang lebih besar daripada yang dapat disediakan oleh masyarakat. Kelompok sosial tersebut adalah pemerintah, pengusaha swasta, dan serikat buruh.Adapun inflasi yang disebabkan karena pemerintah dapat menyebabkan inflasi apabila defisit anggaran pemerintah dibiayai dengan cara mencetak uang baru. Pengusaha dapat juga menyebabkan timbulnya inflasi dengan cara memaksakan diri untuk melakukan investasi baru secara besar-besaran dan investasi itu diperoleh dari kredit bank. Dan serikat buruh yang menuntut kenaikan gaji mereka diatas tingkat produktivitasnya, juga salah satu penyebab timbulnya inflasi.
3. Teori Strukturalis
Teori ini biasa disebut juga dengan teori inflasi jangka panjang, karena menyoroti sebab-sebab inflasi yang berasal dari kekakuan struktur ekonomi, khususnya penawaran bahan makanan dan barang-barang ekspor. Karenasebab-sebab structural ini.Pertambahan produksi barang lebih lambat dibandingkan peningkatan kebutuhan masyarakat. Akhirnya penawaran barang kurang dari yang dibutuhkan masyarakat, sehingga harga barang dan jasa meningkat.
2.3. Efek Yang Ditimbulkan Dari Inflasi
1. Efek terhadap Pendapatan (Equity Effect)
Efek terhadap pendapatan sifatnya tidak merata, ada yang dirugikan tetapi ada pula yang diuntungkan dengan adanya inflasi. Seseorang yang memperoleh pendapatan tetap akan dirugikan oleh adanya inflasi. Misalnya seorang yang memperoleh pendapatan tetap Rp. 500.000,00 per tahun sedang laju inflasi sebesar 10%, akan menderita kerugian penurunan pendapatan riil sebesar laju inflasi tersebut, yakni Rp. 50.000,00.
2. Efek terhadap Efisiensi (Efficiency Effects)
Inflasi dapat pula mengubah pola alokasi faktor-faktor produksi. Perubahan ini dapat terjadi melalui kenaikan permintaan akan berbagai macam barang yang kemudian dapat mendorong terjadinya perubahan dalam produksi beberapa barang tertentu sehingga mengakibatkan alokasi faktor produksi menjadi tidak efisien.
4. Efek terhadap Output (Output Effects)
Dalam menganalisa kedua efek diatas (Equity dan Efficiency Effects) digunakan suatu anggapan bahwa output tetap. Hal ini dilakukan supaya dapat diketahui efek inflasi terhadap distribusi pendapatan dan efisiensi dari jumlah output tertentu.
5. Inflasi dan Perkembangan Ekonomi
Inflasi yang tinggi tingkatnya tidak akan menggalakkan perkembangan ekonomi. Biaya yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan. Maka pemilik modal biasanya lebih suka menggunakan uangnya untuk tujuan spekulasi. Antara lain tujuan ini dicapai dengan pembeli harta-harta tetap seperti tanah, rumah dan bangunan. Oleh karena pengusaha lebih suka menjalankan kegiatan investasi yang bersifat seperti ini, investasi produktif akan berkurang dan tingkat kegiatan ekonomi menurun. Sebagai akibatnya lebih banyak pengangguran akan wujud.
6. Inflasi dan Kemakmuran Masyarakat
Disamping menimbulkan efek buruk ke atas kegiatan ekonomi negara, inflasi juga akan menimbulkan efek-efek yang berikut kepada individu kepada masyarakat :
a) Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang-orang yang berpendapatan tetap.
b) Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang.
c) Memperburuk pembagian kekayaan, karena hal ini tidak menguntungkan masyarakat yang berpenghasilan tetap. Sebaliknya, keadaan ini menguntungkan golongan masyarakat yang menyimpan kekayaannya dalam bentuk tanah atau rumah.
2.4. Cara Mencegah Inflasi
Dengan menggunakan Irving Fisher MV = PT, dapat dijelaskan bahwa inflasi timbul karena MV naik lebih cepat daripada T. Oleh karena itu maka untuk mencegah terjadinya inflasi maka salah satu variabel (M atau V) harus dikendalikan. Cara mengatur variabel M,V dan T tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan kebijaksanaan moneter, fiskal atau kebijaksanaan yang menyangkut kenaikan produksi.
1. Kebijaksanaan Moneter
Sasaran kebijaksanaan moneter dicapai melalui pengaturan jumlah uang beredar (M). Kebijakan moneter dapat dilakukan melalui instrument-instrumen berikut:
a. Kebijakan diskonto dilakukan dengan menaikkan tingkat bunga sehingga mengurangi keinginan badan-badan pemberi kredit untuk mengeluarkan pinjaman guna memenuhi permintaan pinjaman dari masyarakat.
b. Politik pasar terbuka dilakukan dengan cara bank sentral menjual obligasi atau surat berharga kepasar modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.
c. Kebijakan cadangan wajib (reserve requirement) yaitu kebijakan dalam menetapkan cadangan wajib untuk deposito bank dan lembaga keuangan lainnya. Kebijakan yang bersifatt kualitatif meliputi pengawasan kredit secara selektif dan moral suation.
2. Kebijaksanaan Fiskal
Kebijaksanaan fiscal menyangkut pengaturan tentang pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung dapat mempengaruhi permintaan total dan dengan demikian akan mempengaruhi harga. Inflasi dapat dicegah melalui penurunan permintaan total.Kebijaksanaan fiskal yang berupa penguran dan pengeluaran pemerintah serta kenaikan pajak akan dapat mengurangi permintaan total, sehingga inflasi dapat ditekan.
3. Kebijaksanaan yang Berkaitan dengan Output
Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang didalam negeri cenderung menurunkan harga.
4. Kebijaksanaan Penentuan Harga dan Indexing
Ini dilakukan dengan penentuan ceiling harga, serta berdasarkan pada indeks harga tertentu untuk gaji ataupun upah (dengan demikian gaji/ upah secara riil tetap). Kalau indeks harga naik maka gaji/upah juga dinaikan.
2.5 Cara Menghitung Inflasi
Inflasi pada dasarnya mengukur perubahan kenaikan harga dari waktu, baik bulanan, triwulan, kuartalan maupun tahunan. Angka indeks biaya hidup mencatat perubahan harga barang-barang dan jasa-jasa sehingga dapat menentukan kondisi inflasi (kenaikan harga) ataupun deflasi (penurunan harga).( )
Untuk menghitung besarnya inflasi terlebih dahulu harus diketahui indeks harga konsumen (IHK).Indeks Harga Konsumen (IHK) atau biasa disebut juga Consumer Price Index (CPI) secara sederhana merupakan perbandingan antara harga dengan suatu paket komoditas dari suatu paket komoditas dari suatu kelompok barang atau jasa (market basket) pada suatu periode waktu terhadap harganya pada periode waktu yang telah ditentukan (tahun dasar). Jadi IHK/CPI ini mengubah harga berbagai barang dan jasa menjadi sebuah indeks tunggal yang mengukur tingkat harga.
IHK adalah indeks yang sering digunakan namun bukanlah satu-satunya indeks yang dipakai untuk mengukur laju inflasi. Masih ada indeks yang dapat digunakan yakni Indeks Harga Produsen (IHP), yang mengukur harga sekelompok barang yang dibeli perusahaan (produsen bukannya konsumen).
Berdasarkan IHK inilah kemudian didapat besaran angka inflasi/deflasi, yaitu besarnya presentase perubahan IHK antar periode. Angka inflasi/deflasi mencerminkan kemampuan daya beli dari uang yang dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semakin tinggi inflasi maka semakin rendah daya beli dari uang dan dengan sendirinya semakin rendah pula daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa kebutuhan rumah tangga. Laju inflasi yang tidak terlalu tinggi akan membuat stabilitas tetap terjaga dan roda perekonomian dapat terus bergulir. Selain itu, IHK juga digunakan sebagai :
• Indikator untuk melihat fluktuasi harga yang terjadi.
• Sebagi data dasar untuk perhitungan pendapatan nasional/regional.
• Berbagai analisa harga dapat dipakai sebagai dasar perencanaan pembangunan sosial ekonomi lainnya.
BPS selaku badan pmerintah yang bertugas mengeluarkan laporan IHK setiap bulannya menggolongkan/mengelompokkan barang konsumsi di Indonesia menjadi 7 kelompok, yaitu :
• Bahan makanan
• Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau
• Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar
• Sandang
• Kesehatan
• Pendidikan, rekreasi, dan olahraga
• Transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
Pengelompokan ini diperlukan untuk mempermudah perhitungan rata-rata dari seluruh harga. Ada beberapa langkah dalam penghitungan IHK/CPI :
1. Tentukan market basket-nya. Disini kita menentukan harga-harga barang yang paling penting bagi konsumen.
2. Tentukan harga-harganya. Menetapkan harga setiap market basket dalam satu periode.
3. Hitung harga seluruh isi keranjang. Menghitung jumlah harga keseluruhan isi keranjang barang dan jasa dari waktu ke waktu.
4. Pilih tahun pokok dan hitung indeksnya. Pilih tahun pokok yang digunakan sebagai patokan tahun-tahun lainnya. Penentuan tahun dasar berdasarkan beberapa kriteria berikut :
• Tahun dengan kondisi perekonomian yang relatif stabil
• Tidak terlalu jauh dengan tahun-tahun tertentu
• Tahun di mana terjadi perubahan penting
5. Hitung laju inflasi. Langkah terakhir untuk penghitungan IHK adalah menghitung laju inflasi yang terjadi.
Adapun rumus untuk menghitung IHK yang tidak disertai kuantitasnya adalah :
Keterangan simbol :
Pn = harga sekarang
Po = harga pada tahun lalu
Kalau kuantitas dan harga diketahui, maka rumus yang digunakan adalah :
Keterangan simbol :
Pit = harga barang i pada periode t
Qit = bobot barang i pada periode t
Pio = harga barang i pada periode dasar o
Qio = bobot barang i pada periode dasar o
Sedangkan untuk menghitung tingkat inflasi digunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan simbol :
IHKn = Indeks Harga Konsumen periode ini
IHKo = Indeks Harga Konsumen periode lalu
BAB III
HASIL OBSERVASI
3.1 Data Hasil Observasi
3.1.1 Menghitung IHK per Komuditas
Kelompok Komoditas Satuan Bulan
Sandang September Oktober November
Sepatu Nevada Potong 145000 145000 145000
Kemeja Hasenda Potong 227000 227000 84000
Jam Messori Buah 176000 150000 150000
Jumlah 548000 522000 379000
Kelompok Komoditas Satuan Bulan
Bahan Makanan September Oktober November
Telur Kg 13500 13500 14500
Bawang Putih Kg 8000 9000 9000
Bawang Merah Kg 30000 30000 28000
Jumlah 51500 52500 51500
Indeks Harga 100 101.94 98.10
Kelompok Komoditas Satuan Bulan
Makanan Jadi, Minuman, Tembakau September Oktober November
Soto Bungkug 6000 7000 7000
Teh Kotak Box 2500 2500 2500
Mie Indomie Soto Buah 1500 1700 1700
Jumlah 10000 11200 11200
Indeks Harga 100 112 100
Kelompok Komoditas Satuan Bulan
Perumahan September Oktober November
Kos-kosan Bulan 250000 250000 250000
Sewa gedung Bulan 450000 500000 500000
Kontraan Bulan 750000 750000 750000
Jumlah 1450000 1500000 1500000
Indeks Harga 100 103.45 100
Kelompok Komoditas Satuan Bulan
Kesehatan September Oktober November
Dokter umum Pasien 25000 25000 25000
Stetoskop Box 37000 37000 37000
Jarum infuse Box 31500 31500 33000
Jumlah 93500 93500 95000
Indeks Harga 100 100 101.60
Kelompok Komoditas Satuan Bulan
Pendidikan dan olahraga September Oktober November
Kolam renang Dewasa 7500 8000 8000
Seragam SMA 1 Setel 70000 70000 70000
Buku tulis Sidu Buah 2200 2500 2500
Jumlah 79700 80500 80500
Indeks Harga 100 101.00 100
Kelompok Komoditas Satuan Bulan
Transportasi dan komunikasi September Oktober November
Bis Malang –Pasuruan Orang 8000 10000 10000
Hp. Smartfran Andromax C Buah 850000 660000 675000
Bensin Liter 6500 6500 6500
Jumlah 864500 676500 691500
Indeks Harga 100 78.25 102.22
3.1.2. Menghitung Inflasi dari hasil perhitungan Indeks harga
Kelompok Komoditas Indeks Harga Perkomuditas
September Oktober November
Sandang 100 95.26 72.61
Bahan Makanan 100 101.94 98.10
Makanan Jadi, Minuman dan tembakau 100 112 100
Perumahan 100 103.45 100
Kesehatan 100 100 101.60
Pendidikan dan Olahraga 100 101.00 100
Transportasi dan Komunikasi 100 78.25 102.22
Jumlah 700 691.90 674.52
IHK 100 98.84 97.49
Inflasi NA -1.16 -1.37
Tabel Hasil dari Perhitungan Inflasi
Kelompok Komoditas Inflasi
September-oktober oktober-November
inflasi umum -1.16 -1.37
Sandang -4.74 -23.78
Bahan Makanan 1.94 -3.77
Makanan Jadi, Minuman dan tembakau 12.00 -10.71
Perumahan 3.45 -3.33
Kesehatan 0.00 1.60
Pendidikan dan Olahraga 1.00 -0.99
Transportasi dan Komunikasi -21.75 30.62
Keterangan :
Analisis data pada kelompok komoditas sandang :
• Ada penurunan harga yang terjadi pada bulan Oktober (95.26-100) yaitu
-4,74% jadi pada bulan ini terjadi deflasi 4,74%.
• Ada Penurunan harga yang terjadi pada bulan November (72,61-95.26) yaitu -23.78% jadi pada bulan ini terjadi deflasi sebesar 23.78%. deflasi pada komuditas ini terjadi karena banyak discount barang menjelang akhir tahun.
Analisis data pada kelompok komoditas Bahan Makanan :
• Ada Kenaikan harga yang terjadi pada bulan Oktober (101.94-100) yaitu 2,46% jadi pada bulan ini terjadi inflasi sebesar 1.94%. Tipe inflasi yang terjadi pada bulan ini adalah moderat inflation karena hanya mengalami kenaikan harga pada tingkat kecil yaitu tidak mencapai 10 %.
• Ada Penurunan harga yang terjadi pada bulan November (98.10-101.94) yaitu -3,77% jadi pada bulan ini terjadi deflasisebesar 3,77%.
Analisis data pada kelompok komoditas Makanan Jadi, Minuman dan tembakau:
• Ada kenaikan harga yang terjadi pada bulan Oktober (112-100) yaitu 12% jadi pada bulan ini terjadi inflasi sebesar 12%. Tipe inflasi yang terjadi pada bulan ini adalah galloping inflation karena harga naik cukup tinggi, namun tidak mencapai 100%.
• Ada penurunan harga yang terjadi pada bulan November (100-112) yaitu
-10,71%, jadi pada bulan ini terjadi deflasi sebesar 10,71%.
Analisis data pada kelompok komoditas Perumahan:
• Ada kenaikan harga yang terjadi pada bulan Oktober (103,45-100) yaitu 3,45% jadi pada bulan ini terjadi inflasi sebesar 3,45%. Tipe inflasi yang terjadi pada bulan ini adalah moderat inflation karena hanya mengalami kenaikan harga pada tingkat kecil yaitu tidak mencapai 10 %.
• Titak ada kenaikan harga yang terjadi pada bulan November (100-103,45) yaitu -3.33% jadi pada bulan ini terjadi deflasi sebesar 3.33%.
Analisis data pada kelompok komoditas kesehatan :
• Titak ada kenaikan harga yang terjadi pada bulan Oktober (100-100) yaitu 0% jadi pada bulan ini tidak terjadi inflasi.
• Ada kenaikan harga yang terjadi pada bulan November (101,60-100) yaitu 1,60% jadi pada bulan ini terjadi inflasi sebesar 1,60%. Tipe inflasi yang terjadi pada bulan ini adalah moderat inflation karena hanya mengalami kenaikan harga pada tingkat kecil yaitu tidak mencapai 10 %.
Analisis data pada kelompok komoditas pendidikan dan olahraga :
• Ada kenaikan harga yang terjadi pada bulan Oktober (101-100) yaitu 1% jadi pada bulan ini terjadi inflasi sebesar 1%. Tipe inflasi yang terjadi pada bulan ini adalah moderat inflation karena hanya mengalami kenaikan harga pada tingkat kecil yaitu tidak mencapai 10 %.
• Ada kenaikan harga yang terjadi pada bulan November (100-101) yaitu 0.99% jadi pada bulan ini terjadi inflasi sebesar 0.99%. Tipe inflasi yang terjadi pada bulan ini adalah moderat inflation karena hanya mengalami kenaikan harga pada tingkat kecil yaitu tidak mencapai 10 %.
Analisis data pada kelompok komoditas Transportasi dan komunikasi :
• Ada penurunan harga yang terjadi pada bulan Oktober (78.25-100) yaitu -21,75% jadi pada bulan ini terjadi deflasi 21,75%. Dikarenakan harga alat komunikasi turun.
• Ada kenaikan harga yang terjadi pada bulan Oktober (102.22-78.25) yaitu 30,62% jadi pada bulan ini terjadi inflasi sebesar 30,62%. Tipe inflasi yang terjadi pada bulan ini adalah galloping inflation karena harga naik cukup tinggi, namun tidak mencapai 100%.
GRAFIK PERBANDINGAN IHK
Tahun Kalender September-November 2013
Keterangan:
Indeks Harga pada bulan September dan November pada umumnya stabil tidak ada kenaikan ataupun penurunan harga yang sangat signifikan. Karena harga barang mulai menurun stabil setelah harga naik pada hari raya kemarin, dan mendekati akhir tahun harga barang dari komoditas sandang, makanan jadi, minuman dan tembakau terjadi inflasi yang cukup rendah yaitu moderat inflation. Hal ini disebabkan oleh komoditas tersebut bukanlah komoditas primer, melainkan komoditas sekunder, sehingga kebutuhan akan konsumsi komoditas ini tidak lah tinggi.
Inflasi pada komoditas ini cenderung lebih bisa dikendalikan karena jumlah akan produk selalu diawasi dan dijaga oleh perusahaan komoditas tersebut. Sehingga inflasi akan benar-benar tinggi apabila produk yang beredar hanya berjumlah sedikit, dalam artian tidak mampu memenuhi permintaan konsumennya. Namun, dengan seiring zaman yang semakin maju, maka minat konsumen terhadap produk makanan jadi dan minuman akan terus meningkat, sehingga inflasi akan semakin tinggi.
GRAFIK PERBANDINGAN INFLASI
Tahun Kalender September-Nopember 2013
Keterangan :
Pada grafik di atas menunjukkan tingkat deflasi sebesar 1.16% dan 1.37% ini dikarenakan komoditas sandang, bahan makanan dan makanan jadi mengalami penurunan indek harga karena yang awalnya barang naik pada hari raya setelah itu menginjak bulan September sampai November saat ini harga barang mulai menurun dan stabil harganya. Sehingga dapat dikatakan gejolak inflasi datang karena kondisi tertentu seperti hari raya, sedangkan pada komoditas sandang akan mengalami penurunan harga karena mendekati akhir tahun dan stok baju di pasaran harus terjual habis dan digantikan model tahun yang akan datang, akhirnya banyak mol-mol yang banting harga dengan memberikan discount hingga 50-70% sehingga ketika kita berpatokan menghitung inflasi pada data tiap bulan pada akhir tahun maka hasil yang akan kita peroleh adalah deflasi. Jadi disini tingkat inflasi umum menunjukkan deflasi sedangkan inflasi pada komoditas tertentu saja. Tetapi ketika mendekati natal dan tahun baru maka komoditas bahan makanan akan mengalami peningkatan indek harga dan akan mengalami inflasi.
Peran pemerintah sangat di perlukan demi menstabilkan harga barang dipasaran seperti kebijakan fiscal dan kebijakan moneter. Krisis yang dialami oleh America serikat juga terasa kepada Negara kita tetapi ketika krisis tersebut masih bisa di kendalikan maka pengaruhnya juga sangat kecil.
Sedangkan pada bidang kesehatan tidak akan mengalami inflasi yang parah karena Tujuan pemerintah menekan inflasi yang rendah pada komoditas kesehatan adalah untuk memudahkan konsumen untuk memperoleh pelayanan kesehatan, baik berupa barang atau pun jasa.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.1.1 Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus-menerus, Jenis inflasi dibedakan menjadi dua yaitu menurut sifan dan menurut sebab dan sumbernya.
4.1.2 Adapun teori tentang inflasi adalah
a) Teori Kuantitas Kenaikan harga akan terjadi apabila kuantitas uang ditingkatkan, itu pernyataan sederhana dari kuantitas uang. Jumlah uang beredar yang berlebihan merupakan pendorong utama terjadinya inflasi,
b) Proses inflasi menurut Keynes adalah proses perebutan pendapatan di antara kelompok-kelompok sosial yang menginginkan bagian yang lebih besar daripada yang dapat disediakan oleh masyarakat.
c) Teori Strukturalis, Teori ini biasa disebut juga dengan teori inflasi jangka panjang, karena menyoroti sebab-sebab inflasi yang berasal dari kekakuan struktur ekonomi, khususnya penawaran bahan makanan dan barang-barang ekspor.
4.1.3 Efek Yang Ditimbulkan Dari Inflasi adalah Efek terhadap Pendapatan (Equity Effect), Efek terhadap Efisiensi (Efficiency Effects),Efek terhadap Output (Output Effects), Inflasi dan Perkembangan Ekonomi dan Inflasi dan Kemakmuran Masyarakat,
4.1.4 Cara Mencegah Inflasi adalah Kebijaksanaan Moneter, Kebijaksanaan Fiskal, Kebijaksanaan yang Berkaitan dengan Output, Kebijaksanaan Penentuan Harga dan Indexin,
4.1.5 Cara menghitung inflasi adalah dengan menggunakan Indeks Harga yang telah di tentukan oleh badan statistika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar